Diskoperindag Kota Bima Dorong Solusi Bersama Atasi Kendala Distribusi Semen di Pelabuhan Bima

Kota Bima – Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Bima menghadiri rapat Evaluasi Kegiatan Pembongkaran Semen di Pelabuhan Bima yang diselenggarakan oleh PT Pelindo Cabang Bima pada Selasa, 7 Juli 2026. Rapat yang dipimpin oleh General Manager PT Pelindo Cabang Bima tersebut dihadiri oleh KSOP Kelas IV Bima, para distributor semen, serta pemangku kepentingan terkait sebagai tindak lanjut atas meningkatnya kendala distribusi semen yang berdampak terhadap pasokan dan harga di Kota Bima.

Dalam rapat tersebut dibahas berbagai faktor yang memengaruhi kelancaran distribusi semen di Pelabuhan Bima. Salah satu pembahasan utama adalah tingginya aktivitas kapal pengangkut jagung yang menyebabkan antrean kapal semen untuk mendapatkan jadwal sandar. Kondisi tersebut mengakibatkan proses bongkar muat menjadi lebih lama sehingga berpengaruh terhadap kelancaran distribusi semen ke wilayah Bima dan sekitarnya.

Selain antrean kapal, peserta rapat juga membahas meningkatnya biaya operasional angkutan laut akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), serta adanya kenaikan tarif bongkar muat yang dinilai perlu dikomunikasikan dan dikoordinasikan lebih baik agar tidak menambah beban biaya distribusi. Seluruh peserta rapat sepakat bahwa kelancaran distribusi merupakan faktor penting dalam menjaga stabilitas harga semen di tingkat konsumen.

Berbagai alternatif solusi turut mengemuka dalam forum tersebut, di antaranya penyesuaian pola pembagian jadwal bongkar muat antara kapal pengangkut jagung dan kapal semen, optimalisasi pemanfaatan dermaga, pembukaan jalur distribusi melalui pelabuhan alternatif apabila memungkinkan, serta peningkatan koordinasi antarinstansi guna mempercepat proses bongkar muat tanpa mengganggu aktivitas logistik komoditas lainnya.

Rapat juga menyoroti perlunya peningkatan efektivitas operasional di pelabuhan, termasuk penataan jadwal kerja bongkar muat agar waktu pelayanan kapal dapat lebih optimal. Dengan demikian, antrean kapal dapat dikurangi sehingga biaya operasional yang selama ini menjadi salah satu penyebab kenaikan harga semen dapat ditekan.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Bima menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan terus berperan aktif memfasilitasi komunikasi antara seluruh pihak terkait guna mencari solusi terbaik terhadap berbagai kendala distribusi yang terjadi. Diskoperindag juga akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan stok dan harga semen di lapangan agar kebutuhan masyarakat maupun sektor pembangunan tetap terpenuhi.

Sebagai tindak lanjut, forum rapat menyepakati pentingnya memperkuat koordinasi antara PT Pelindo, KSOP, perusahaan bongkar muat, distributor semen, serta instansi terkait lainnya. Selain itu, pemerintah daerah akan mendorong dilaksanakannya mediasi mengenai mekanisme penetapan tarif bongkar muat agar tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku dan tidak menimbulkan beban biaya tambahan yang dapat berdampak pada harga jual semen kepada masyarakat.

Melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan, Diskoperindag Kota Bima optimistis berbagai kendala distribusi semen dapat diatasi secara bertahap sehingga pasokan tetap terjaga, distribusi semakin lancar, dan stabilitas harga semen di Kota Bima dapat dipertahankan demi mendukung kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah.